Dinyatakan Sembuh, Malia Ucapkan Terimakasih kepada Tim Dokter dan Perawat

img

(Malia M Lenakoly saat jumpa pers tadi malam bersama Bupati Edi Damansyah)

 

TENGGARONG- Malia M Lenakoly (37) Warga asal Kabupaten Kukar yang merupakan pasien dari Klaster pertemuan sidang tahunan Sinode di Bogor yang terkomfirmasi positif terjangkit Coronavirus Disease (Covid-19) pada 30 Maret lalu kini sudah dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang. 

Dengan kesembuhannya ini dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kukar, Dinas Kesehatan dan terutama kepada tim dokter dan Perawat di RSUD Am Parikesit Tenggarong yang telah merawat dan melayani dengan sepenuh hati selama 22 hari mengikuti masa karantina.

 “Saya berterima kasih karena sudah di tolong, di rawat dan di bantu hingga saya sembuh dan juga berterima kasih karena dapat menikmati masa proses perawatan yang sangat baik dan nyaman.” Ucapnya.

Dirinya pun menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara agar dapat mentaati setiap himbauan dari pemerintah untuk melaksanakan Phycial Disancing (jaga jarak) dan tetap di rumah agar penularan virus Covid-19 dapat berakhir, Apabila datang dari luar wilayah Kukar diharapkan agar dapat berkerja sama dengan pemerintah untuk mengkarantina diri dan melaporkan diri bahwa baru datang dari daerah terjangkit 

Tanpa kerja sama dari masyarakat itu tidak bisa terjadi tugas kita untuk memberhentikan proses penyebaran ini bukan hanya tugas para medis dan pemerintah tetapi tugas kita bersama. 

“Mari kita bergandengan tangan bersama-sama agar bapak ibu untuk tetap tinggal di rumah, para medis berkerja dengan segenap tenaga, sehingga kita bisa memerangi Covid-19 ini dengan baik.” Harapnya. 

Sementara itu, Bupati Kukar Edy Damansyah berpesan kepada Malia meski sudah dinyatakan sembuh dan di perbolehkan pulang, agar tetap menjaga kesehatan serta mengikuti anjuran pemerinta. “Jadilah contoh bagi keluarga dan masyarakat mengenai penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta tetap melakukan program jaga jarak secara fisik jika beraktifitas dan melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari ke depan.” Katanya (dra)